Mayoritas rumah saat ini terutama yang berkonsep modern sudah dilengkapi dengan sebuah pagar. Tak terkecuali untuk rumah bertipe minimalis. Biasanya rumah yang berpagar dimiliki oleh pasangan suami dan istri yang setiap harinya harus berangkat kerja dan pulang sore hari.
Pagar tersebut berfungsi sebagai pengaman pertama supaya tidak ada orang yang bisa dengan mudah masuk ke rumah termasuk.Selain itu memasang pagar di depan rumah sejatinya bukan soal keamanan saja, melainkan juga soal keindahan. Sebuah rumah terlihat lebih indah dan enak dilihat dari luar jika ada pagar di luarnya.
Tips Memilih Pagar Rumah Minimalis
Bagi kamu yang memiliki rumah model minimalis dan kebetulan masih belum ada kabarnya, penulis sarankan supaya kamu memasangnya. Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu ikuti ketika memilih pagar rumah yang minimalis :Gunakan Material yang Sesuai
Setiap model rumah punya bentuk pagar yang berbeda-beda. Beberapa jenis dan model material pagar yang sering digunakan yaitu batu alam, kayu, kawat, besi tempa, bata, atau tanaman hidup. Khusus tempat tinggal yang bertipe minimalis, alangkah lebih baik gunakan pagar yang terbuat dari besi tempa karena daya tahannya kuat dan banyak pilihan model. Namun jika pertimbangannya adalah security, maka pagar dari bata adalah pilihan yang lebih tepat karena bata melindungi rumah dari luar seolah-olah seperti tidak ada rumah.Hal ini sedikit dapat mengecoh maling yang berusaha mencuri ke sebuah rumah. Gunakan Dua Kombinasi Material
Memasang pagar rumah tak harus dengan satu material bahan saja. Mau pasang dua material sekaligus? Tentu tidak menjadi masalah asalkan memang cocok dan pas. Sebagai contoh pagar beton bisa disatukan dengan pagar kayu untuk mengurangi kesan monoton. Selain itu mengkombinasikan salah satu material pagar dengan pagar tanaman juga bagus karena dapat mempercantik tampilan luar rumah.Khusus pagar yang terbuat dari tanaman hidup, gunakan tanaman yang tidak terlalu rimbun. Maling biasanya sangat suka bersembunyi dibalik semak-semak, sehingga tanaman rimbun sangat mungkin dijadikan tempat persembunyian. Berbeda halnya dengan tanaman yang tak rimbun, membuat maling tidak bisa bersembunyi dengan mudah dan langsung tertangkap apabila ketahuan akan mencuri. Pada intinya, dua material ini sebaiknya membuat tampilan pagar menjadi lebih cantik.
Pertimbangkan Faktor Keamanan
Tips memilih pagar rumah minimalis jangan hanya mempertimbangkan faktor keindahan saja, pertimbangkan juga faktor keamanan. Percuma saja memiliki pagar yang sangat cantik, tetapi rumah kamu sangat mudah dimasuki oleh maling. Bahkan seharusnya, keamanan menjadi faktor paling utama baru keindahan. Pastikan pagar rumah kamu bisa melindungi rumah dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sesuaikan dengan Desain Rumah
Jika dalam memilih kasur tidur harus disesuaikan dengan kamar tidur, maka memilih pagar juga harus disesuaikan dengan bentuk rumahnya. Sebab rumah dan pagar adalah dua benda yang saling melengkapi sehingga kamu harus membuat keduanya terlihat cocok. Sebagai contoh, jika rumah minimalis kamu adalah rumah bertingkat, maka harus memilih pagar yang tinggi juga. Tujuannya tiada bukan untuk memberikan perlindungan lebih untuk rumah tersebut. Bayangkan saja jika rumah bertingkat tapi pagarnya pendek, orang-orang asing yang berniat jahat pasti sangat mudah melompati pagar dan akhirnya bisa masuk ke dalam rumah.Sesuaikan dengan Ukuran Rumah
Tips memilih pagar rumah minimalis juga harus menyesuaikan ukuran rumah. Jika rumahnya mungil, maka sangat disarankan memakai pagar dengan ukuran tidak lebih dari 1,2 meter. Karena pada umumnya, ukuran rumah mungil memiliki tinggi segitu. Namun ukuran tersebut tidak harus jadi patokan, karena bisa saja standar ukuran rumah berbeda-beda bagi setiap arsitek.Namun yang pasti, jangan buat pagar yang ukurannya terlalu pendek atau terlalu tinggi dari ukuran rumah kamu. Jika terlalu pendek dapat mengurangi keamanannya sedangkan jika terlalu tinggi kurang bagus juga karena membuat rumah tidak terlihat dari luar.Pilih Warna yang Pas
Sebetulnya pemilihan warna ini bersifat subjektif karena masing-masing orang punya warna favoritnya masing-masing dan biasanya warna tersebut diaplikasikan pada rumah dan pagar yang ia bangun. Namun tidak selalu warna favorit kamu adalah warna yang cocok untuk dijadikan warna pagar rumah.Jika boleh menyarankan, untuk rumah model minimalis sebaiknya gunakan warna putih atau pastel. Warna putih dapat menyimpan kesan sederhana, namun tetap terlihat anggun dan mewah. Jadi agak kurang cocok memasang pagar berwarna gelap untuk rumah minimalis. Namun pagar dengan warna putih biasanya sangat mudah kotor. Tenang saja, hal tersebut masih bisa diatasi dengan perawatan yang rutin sehingga pagar tidak mudah kotor. Manfaatkan Cahaya Lampu Sorot
Dengan cahaya lampu, kamu bisa membuat tampilan pagar menjadi lebih cantik. Adanya lampu sorot ini bisa membuat pagar rumah terlihat lebih indah dan eksklusif dibandingkan dengan pagar tanpa dibekali cahaya lampu. Tak hanya itu saja, lampu sorot ini juga membuat rumah kamu jadi lebih terang dan tetangga bisa dengan mudah melihat rumah kamu. Misal suatu saat terjadi apa-apa, maka tetangga bisa langsung tau dan menolong kamu dengan cepat.Sebelum membeli dan memasang lampu, alangkah lebih baiknya konsultasikan dulu kepada ahlinya agar tidak salah pilih.Itulah beberapa tips yang bisa kamu terapkan dalam memilih pagar rumah minimalis. Selalu konsultasikan dengan arsitek supaya bisa mendapatkan pagar yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Butuh perlengkapan tambahan seperti karpet untuk dipasang di rumah? Carpetshop adalah jawabannya. Kami berikan harga terjangkau dengan kualitas terbaik.

